Islamic Boarding School

Lembaga pendidikan ini ditopang sistem pendidikan pondok pesantren modern yang mengedepankan nilai-nilai keislaman secara universal. More »

Form Pendaftaran IBS

Pendaftaran bisa dilakukan secara online disini.... More »

KBIH Bina Umat

Melayani Anda mencapai haji yang mabrur More »

Lembaga Amil Zakat

Memfasilitasi menjadi media Amil Zakat bagi Anda.. More »

Kontak Kami

Anda bisa menghubungi kami... More »

Halaqoh Tarbawiyah

Halaqoh Tarbawiyah adalah bagian dari kehidupan santri More »

Kiprah Santri Alumni

Enam tahun kami membersamai Pondok Pesantren Bina Umat, enam tahun pula kami arungi samudra keilmuan islam yang kaya akan mutiara nilai kehidupan. Dengan tekad yang tegas kami berteriak, “Seumur hidup kami akan mengabdi untuk umat!” More »

BUCS 2014

Bina Umat Competion Series 5 adalah acara lomba tahunan yang dilaksanakan oleh OSIS Pesantren Bina Umat Yogyakarta. Acara ini akan di selenggarakan pada 8 Februari 2014 untuk semua jenis lomba sampai selesai. More »

Belajar adalah tradisi kami More »

Kunjungan ke Squadron Udara Halim Perdanakusuma Jakarta 2012 More »

Microteaching Kelas 12 SMA

Dengan mengajar, siswa belajar bagaimana mengamalkan dan menularkan ilmunya. Guru adalah manusia paling mulia di dunia ini More »

 

Eksistensi Sekolah Islam Terpadu Ditengah Gonjang-ganjing Kurikulum Pendidikan

Seminar Kurikulum Sekolah Islam Terpadu di MMTC, 28 Feb 2015

Seminar Kurikulum Sekolah Islam Terpadu di MMTC Yogyakarta, 28 Feb 2015

Jogja, 28/2/15. Disaat gonjang-ganjing kurikulum pendidikan melanda dunia pendidikan Indonesia, JSIT menegaskan eksistensi kurikulumnya. Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia wilayah Yogyakarta mengadakan seminar pendidikan Islam dengan tema Konsep dan Model Kurikulum Sekolah Islam Terpadu. Seminar yang berlangsung sehari ini dihadiri oleh 150-an guru-guru SIT se-Jogja berlangsung di kampus STMM (MMTC) Jl Magelang. Acara diawali dengan sambutan ketua JSIT DIY Dr Sudiyatno M.E. dilanjutkan pemaparan kurikulum SIT untuk tingkat SD, SMP dan SMA dari JSIT Pusat.

Kurikulum pendidikan sekolah Islam  diambil dari sumber hukum Islam, yaitu Al Qur’an dan Hadist, dan itu menjadi identitas sekolah Islam Terpadu yang tidak akan lekang oleh zaman. Kurikulum SIT tidak terpengaruh oleh perubahan kurikulum pendidikan nasional. Kurikulum 2006 atau 2013 tetap bisa sinergis dengan kurikulum SIT yang kita punya, jelas Drs Toto S Athoilah M.Pd. dari JSIT Pusat.

Kurikulum SIT  mempunyai tiga hal. Pertama, muatan SIT dan keterpaduan terdiri dari ; akhlak, aqidah, ibadah, siroh serta islamisasi pengetahuan. Kedua, muatan kurikulum nasional baik kurikulum 2006 ataupun 2013.  Ketiga, muatan lokal dan global terdiri dari teknologi, bahasa dan seni budaya, tambahnya.

Di DIY, kita memiliki jaringan sekolah yang telah tersebar di seluruh kabupaten/kota. Ada 60 TK, 27 SD, 9 SMP dan 4 SMA yang tergabung dalam JSIT DIY. Meskipun sekolah-sekolah kita masih berumur muda, dan  perbaikan kurikulum dan proses pembelajaran terus dilakukakan. Terbukti prestasi UN sebagai indikator sederhana terus meningkat dari tahun ke tahun, bahkan mendominasi di rangking pertama di beberapa daerah dan  semua daerah telah di atas rata2, ungkap Dr Sudiyatno M.E. ketua JSIT DIY.

PENGUMUMAN PPDB Gel-1 SMP-SMA IT Bina Umat Yogyakarta 2015-2016

PENGUMUMAN PPDB Gel-1 SMP-SMA IT Bina Umat Yogyakarta 2015-2016

bisa dilihat di sini

 

Sarah Harus Khatam Al Qur’an 30 Juz Sampai Naik Kelas Tiga SMA

Sarah Sayyidatul Ula

Sarah Sayyidatul Ula sudah menghafal 25 Juz

Alunan bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an menggema di dinding-dinding masjid Darul Iman Pesantren Bina Umat. Lingkaran-lingkaran halaqoh qur’an nampak begitu rapi bersama pengampunya. Beberapa menit yang lalu usai sudah jama’ah sholat Isya. Santri-santri melanjutkan dengan menghafal Al Qur’an.

Salah satu santri yang sedang murojaah hafalanya adalah Sarah Sayyidatul Ula. Santri kelas 11 IPS asal Prambanan Sleman ini saat ini sudah menyelesaikan 25 juz qur’an. Alumni SMP 3 Mlati dan Rumah Tahfidz Abdurrohman Al Anwari. Selama tiga tahun disana Sarah diasuh oleh ust Ali Maksum.

Selama di Bina Umat dia telah menyelesaikan 10 Juz. Keluarga sangat mendukung Sarah dalam menghafal Al Qur’an, ayah dan bundanya adalah pengajar tahfidz di Ponpes Baitussalam Prambanan. Akhwat yang bercita-cita menjadi pengusaha ini adalah anak ke-3 dari 4 bersaudara dari pasangan Bpk Mujtahid dan Ibu Kumalasari.

Sarah harus selesaikan hafalannya 30 juz dalam semester ini. Kelas tiga besok tinggal murajaah saja, pesan Ayahnya kepada Sarah. Sarah mempunyai kiat-kiat khusus dalam menyelesaikan tahfidznya. Bersama Ust Tutuk Masfufah dia setor hafalan setiap habis maghrib dan subuh.
Sarah itu memang berbeda dengan siswa lain, anaknya pendiam, tidak banyak ngomong, rajin ngaji, kalau belajar juga serius, ungkap Musfirotul Khurriyah teman sekelasnya.

Selalu ingatlah bahwa menghafal itu bukan hambatan untuk berprestasi di bidang lainnya, bahkan dengan menghafal Al Qur’an akan membuat Sarah lebih mudah memahami pelajaran lain. Jadilah santri yang hafidzah, cerdas dan berprestasi, nasihat Ust Qibtiyah Mukti S.Sos selaku kepala kepengsuhan putri (abu abdan)

Pesantren Bina Umat Yogya Kirim Santri ke PIR Nasional LIPI

PIRN KR

Siswa SMP-SMA IT Bina Umat berfoto bersama Bupati Wakatobi Ir. Hagua saat pembukaan PIRN 2014

Yogyakarta. Pesantren Bina Umat mengirimkan santrinya ke even Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) ke-13 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara. PIRN dibuka oleh Bupati Wakatobi Ir Hagua dan ketua LIPI Prof. Dr. Lukman Hakim pada Senin, 8-9-14. Even ini adalah program nasional LIPI untuk menumbuhkan kreatifitas remaja dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pesantren Bina Umat sendiri mengirimkan 6 siswa. “Pesantren bukan hanya menguatkan santri dalam sisi agama saja, tapi juga mahir melakukan riset di bidang sosial dan teknologi. Dua hal itu tak dapat dipisahkan,” ujar guru pendamping SMP-SMA IT Bina Umat, Arif Agung.

PIRN yang akan dilaksanakan 7-14 Sept 14 ini diikuti 450 siswa dari dan 103 guru pendamping dari SMP dan SMA seluruh Indonesia. Dari Yogyakarta diwakili oleh SMP-SMA IT Bina Umat dan SMA 6 Yogya.

Even ini berupa pemberian materi metodologi penelitian dalam kelas di Bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK), dan Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT), serta pelatihan penelitian di lapangan dan pembinaan untuk menulis karya ilmiah. Pada praktiknya peserta membuat teknologi yang sangat bermanfaat diantaranya: alat pedeteksi tsunami, pengubah air asin menjadi air tawar, penyaring logam di air, dan lain sebagainya.

Acara ini sangat seru, menyenangkan, menambah pengetahuan. Apalagi juga bertemu dengan siswa-siswa dari seluruh Nusantara, ungkap Syifa Rafifah peserta asal Sleman Yogyakarta

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/09/10/56776/pesantren-bina-umat-yogya-kirim-santri-ke-pir-nasional-lipi/#ixzz3DmsnU5dX

Pengumuman Masuk Tahun Ajaran Baru 2014/2015

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Kepada Santri dan Wali Santri Ponpes Bina Umat diberitahukan bahwa :

1. Hari Jum’at, 8 Agustus 2014 jam 14.00 adalah waktu terakhir masuk asrama santri lama (kelas 8,9,11 dan 12). Pada jam tersebut santri sudah harus  berada di pesantren. Pada waktu tersebut juga akan diadakan pertemuan dengan wali santri. Pengumuman ini sekaligus juga sebagai undangan. Keterlambatan masuk asrama akan dikenakan sanksi.

2. Hari Ahad, 10 Agustus 2014 jam 08.00 adalah waktu masuk asrama santri baru (kelas 7 dan 10).  Jam 08.00 akan kita mulai acara serah terima santri kepada pengasuh. Mohon kepada Wali untuk bisa menghadiri acara tersebut.

Pengumuman detail untuk santri baru bisa didownload di sini

Tata Tertib Santri Ponpes Bina Umat bisa didownload di sini

Prosedur Perizinan Santri bisa didownload di sini

Prosedur Komunikasi dengan Santri Putri bisa dilihat di sini

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Hormat Kami

 

Panitia PPDB 2014/2015

Ust Edy Rohman S.Si.    HP : 0877 3824 1229

Ust Arif Agung S.H.I     Pin BB : 7CC00FAB

Mubaligh Hijrah Bina Umat Membentengi Umat dari Kristenisasi

Kak Nusaibah memberikan hadiah kepada pemenang saat lomba santri TPA di masjid Gejagan, Sumber Arum, 29 Juni 2014

Kak Nusaibah memberikan hadiah kepada pemenang lomba santri TPA di masjid Gejagan, Sumber Arum, 29 Juni 2014

Moyudan, Ramadhan membawa kabar gembira tersendiri bagi masyarakat muslim di Moyudan, sebuah kecamatan di pinggiran kabupaten Sleman Yogyakarta. Setiap hari, masyarakat mendapatkan ruh baru dalam menyemarakkan dan memakmurkan masjidnya. Mubaligh Hijrah menjadi energi tersendiri bagi semaraknya kegiatan dakwah di Moyudan. Mubaligh hijrah adalah program pengiriman santri kelas 12 Ponpes Bina Umat terjun ke medan dakwah yang nyata. Acara yang berlangsung selama 10 hari (1-10 Ramadhan) ini berakhir sampai dengan 8 Juli 2014 diikuti oleh peserta 16 santriwan dan 36 santriwati dan disebar di 13 masjid se kecamatan Moyudan.

Kecamatan Moyudan adalah daerah pertanian yang subur dan penghasil padi sepanjang tahun. Daerah yang awalnya muslim semua ini menjadi target kristenisasi, bahkan di desa Sumber Arum itu hampir separuh warganya telah berpindah agama. Mereka adalah korban kristenisasi yang pada tahun 80-an masif di daerah ini, Mubaligh Hijrah adalah perhatian kami terhadap masyarakat muslim di Moyudan. Selain kami juga harus berkontribusi positif dengan masyarakat, kami juga bertanggung jawab dengan dakwah Islam di lingkungan sekitar. Membentengi umat dengan dakwah dan juga mengembalikan murtadun ke aqidah yang benar. Santri kami membantu mengajar anak-anak di TPA, pengajian buka bersama, imam sholat dan juga ceramah tarawih, terang Arif Agung S.H.I selaku koordinator Mubaligh Hijrah.

mubaligh hujrah 3     Kak Ja'far dan Kak Ibrahim diapit remaja dan anak-anak Masjid Ngentak Sumber Agung saat berlangsung Mubaligh Hijrah Bina Umat, 3 Juli 2014

Kak Ja’far dan Kak Ibrahim diapit remaja dan anak-anak Masjid Ngentak Sumber Agung saat berlangsung Mubaligh Hijrah Bina Umat, 3 Juli 2014

 Salah seorang santri mubaligh hijrah mengungkapkan kegembiraannya terjun langsung berdakwah di masyarakat. Seru dan seneng banget, bisa langsung terjun ke masyarakat. Jadi ilmu kita bisa bermanfaat, ungkap Syafir Walida Haq santri yang ditempatkan di masjid kampung Keron, Sumber Arum.
Kita bisa banyak belajar tentang lingkungan yang beda dari lingkungan kita biasanya. Ternyata berhadapan dengan masyarakat lain yang memiliki kultur dan kebiasaan yang beda itu nggak mudah. Harus membiasakan diri untuk saling menerima dan menghargai, tambah Rasyidah Azzahra santri asal Palembang (abu abdan)

Wisuda Santri Ponpes Bina Umat

a koran 11

Siti Azzahra mendapatkan piagam wisuda dari Ust Lasmanto M.S.I setelah menyelesaikan UN dan hafalan qur’an sebanyak enam juz, Ahad 15/6/14

Yogyakarta – Ponpes Bina Umat menyelenggarakan wisuda santri pada Ahad (15/6). Bertempat di halaman IBS Bina Umat, Moyudan Sleman. Wisuda ini adalah wisuda yang ke-10 sejak berdiri tahun 2002.

Harapan besar kita mendirikan pesantren ini, bagaimana kita membentuk generasi yang seimbang antara iptek dan imtaq. Maka kita mendirikan pesantren yang didalamnya kita berikan pelajaran diknas melalui SMP dan SMA. Sekolah kita mengintegrasikan keunggulan sistem pendidikan yang ada di pesantren dengan sistem pendidikan nasional, agar lulusan Bina Umat tidak hanya kuat dalam intelektualnya, tetapi juga kuat dalam keimanan dan ketaqwaannya ungkap Direktur Pesantren Bina Umat Ust Mustofa Ismail dalam ceramahnya di Moyudan, Ahad (15/6).

Tiga hal yang harus diselesaikan oleh siswa untuk bisa mengikuti wisuda di pesantren kita. Siswa harus lulus ujian UN sekolah, ujian mapel pesantren, dan ujian hafalan qur’an tiga juz. Alhamdulillah semua siswa kita lulus UN, meskipun ada yang tidak lulus ujian hafalan qur’an, ungkap ketua panitia wisuda Ust Aminullah Al Wahidi M.Pd.I.

Menurut Aminullah, Lulus sebagai wisudawan teladan ; Emil Hikmawan, Elycia Mayka, Fitria Budi dan Hafidz Sabiqulhaq. Wisudawan dengan hafalan terbanyak Muh Ammar  dengan 12 juz dan Sabila Mafaza Sanusi dengan hafalan 15 juz.

Alhamulillah, tahun ini SMP Bina Umat lulus UN 100% (85 siswa), dan SMA-nya juga lulus UN 100% (42 siswa).

Silaturahim JSIT Jogja-Jateng berjalan dengan sukses

jsit magelang

Ketua JSIT Pusat Drs Sukro Muhab M.S.I. memberikan kuliah umumnya pada forum silaturahim kepala sekolah SIT Regional Jogja-Jawa Tengah di Hotel Atria, 7 Juni 2014

Magelang, Guru-guru dari berbagai berbagai sekolah Jogja-Jawa Tengah  mengadakan pertemuan antar kepala sekolah di Magelang. Acara Forum Silaturahim Kepala Sekolah Sekolah Islam Terpadu (FORSIKA) pada hari Sabtu, 7 Juni 2014 dan bertempat di Hotel Atria itu diikuti oleh 300 kepala sekolah se-Jogja  dan Jawa Tengah. Acara yang bertema “majulah SIT, raih prestasi setinggi-tingginya, bentuk manusia berkarakter mulia”  itu dibuka oleh Ust Nurhadi Susilo S.Pd. M.Pd. ketua JSIT Jogja-Jawa Tengah.

Ust Drs Agus Sofwan M.S.I. selaku Dewan Pembina JSIT mengatakan bahwa kita sebagai pendidik harus tetap menjaga keiklasan, dikarenakan itu adalah modal utama keberhasilan pendidikan Islam kita.

Perkembangan sekolah Islam terpadu sangatlah pesat, saat ini sudah tergabung sebanyak 1932 sekolah dari 33 propinsi. Sekolah-sekolah Islam terpadu mendapati banyak pujian, kita tidak boleh sombong dan berbangga diri, tapi kita harus tetap meningkatkan mutu sekolah, ungkap Ust Drs Sukro Muhab M.Si. dalam orasinya.
Kita telah banyak studi banding ke luar negeri, bulan kemaren ada studi banding ke Malasya dan Singapura. Pendidikan di sekolah Islam disana  bagus-bagus dan kita bisa mencontoh banyak hal disana. Pendidikan ke-Islaman lebih diutamakan daripada pendidikan umum. Keunggulan sekolah-sekolah di luar negeri akan kita adopsi ke sekolah anggota JSIT, tambah beliau.
Bina Umat sebagai anggota JSIT mengirimkan Ust Arif Agung dan Ust Hosni pada pertemuan tersebut.

Agenda pada tahun ini, JSIT akan mengadakan Olimpide Mata Pelajaran untuk SD-SMP-SMA dan Kemah Pramuka (arif)

Ujian Mengajar Siswa SMA IT Bina Umat

Santri Kelas 12 SMA IT Bina Umat (Lina Manasih) mengajar B. Arab kelas SMP saat ujian microteaching11

Santri Kelas 12 SMA IT Bina Umat (Lina Manasih) mengajar B. Arab kelas SMP saat ujian microteaching

Sleman, 29 Mei 2014.  SMA Islam Terpadu Bina Umat Sleman mengadakan ujian microteaching dan fathul kutub bagi kelas 12 SMA. Ujian yang dilakukan untuk menguji kompetensi mengajar dan kafaah syariah siswa kelas 12. Ujian tersebut diadakan setelah siswa usai mengikuti UNAS SMA. Acara yang berlangsung sejak 24 April sampai dengan 31 Mei 2014 itu diikuti 42 siswa. Sebanyak 36 siswa memakai pengantar bahasa arab untuk pelajaran kepesantrenan dan bahasa inggris untuk mengajar pelajaran umum.

Sekolah yang ada di Kecamatan Moyudan Sleman Yogyakarta ini memang unik. Sekolah yang berada di pedesaan dengan hamparan persawahan di sekelilingnya ini sangat nyaman buat kegiatan belajar. Meskipun sekolahnya umum (SMP dan SMA) tetapi disana juga diajarkan pelajaran kepesantrenan yang sama porsinya dengan pelajaran umum. Dari selajaran umum semisal fisika, matematika, biologi sampai aqidah, akhlak, nahwu dan shorof, semanya diajarkan di pesantren ini.

Dengan mengajar (microteaching) maka siswa akan belajar bagaimana mengamalkan dan menularkan ilmunya. Guru adalah manusia paling mulia di dunia ini, ungkap Ust Aminullah Al Wahidi M.Pd.I pembimbing ujian.

Menggali ilmu dari sumbernya langsung adalah keniscayaan bagi seorang ulama, maka kita harus bisa membaca Al-Qur’an dan hadist sebagai referensi utama. Kita berharap bahwa santri bisa mempunyai kemampuan itu setelah lulus ujian fathul kutub, tambah Ust Widi Sumarahati S.Pd kepala sekolah SMA IT Bina Umat.

Ternyata menjadi guru itu tidak semudah yang kita bayangkan, saya banyak belajar tentang kesabaran, tanggung-jawab. Tanggung-jawab moral sebagai guru itu sangat berat, ungkap Lina Manasih siswa asal Moyudan Sleman (arifagungn)

Mukhoyyam Santri 2014

Upacara Penyalaan api unggun saat kemah 23-04-14 di Buper Wonogondang

Upacara Penyalaan api unggun Mukhoyam Santri 23-04-14 di Buper Wonogondang, Sleman

SLEMAN – Jika engkau ingin melihat tabiat temanmu yang asli, maka ajaklah dia ke alam bebas atau di perjalanan, karena dalam perjalanan itu akan muncul sifat-sifat asli manusia, nasihat Ust Arif Agung dalam pembukaan Mukhoyyam Santri 2014. Mukhoyyam (berkemah) itu melatih mental spiritual siswa. Aspek kemandirian juga dilatih dalam kegiatan ini. Kita di mukhoyyam akan merasakan bagaimana hidup sendiri di hutan, makan dari masakan sendiri, tidur dari tenda pasang sendiri serta jauh dari bantuan orang tua atau siapapun, tambah beliau saat tausiyah.

Mukhoyam Santri (kemah) yang berlangsung pada Senin-Rabu 21-23 April 2014 ini bertempat di Buper Wonogondang, Cangkringan, Sleman. Sebanyak 350 santri baik putra dan putri mengikuti acara tahunan ini. Hujan dan badai yang menguyur pada hari pertama tidak menyurutkan semangat santri dalam berkemah.

Hari pertama diadakan berbagai lomba ketrampilan pramuka. Outbond diadakan dihari kedua, dan hari ketiga diisi dengan kegiatan off road bersama komunitas Jeep Merapi.

Kemah kali ini seru dan sangat berkesan, meskipun diterpa hujan dan badai kami tetap senang karena permainan-permainan yang asyik, ungkap Rizky Yudoprawiro santri asal Banguntapan Bantul.
Kemahnya asyik banget dan tempatnya nyaman sekali, kata Mahmud Tri santri asal Sidoarjo Jatim (abu abdan)

Cholil berusaha melewati jembatan bambu saat outbond berlangsung

Kak Salsabila Yasmin memberikan instruksi sebelum memulai permainan