Islamic Boarding School

Lembaga pendidikan ini ditopang sistem pendidikan pondok pesantren modern yang mengedepankan nilai-nilai keislaman secara universal. More »

Form Pendaftaran IBS

Pendaftaran bisa dilakukan secara online disini.... More »

KBIH Bina Umat

Melayani Anda mencapai haji yang mabrur More »

Lembaga Amil Zakat

Memfasilitasi menjadi media Amil Zakat bagi Anda.. More »

Kontak Kami

Anda bisa menghubungi kami... More »

Halaqoh Tarbawiyah

Halaqoh Tarbawiyah adalah bagian dari kehidupan santri More »

Kiprah Santri Alumni

Enam tahun kami membersamai Pondok Pesantren Bina Umat, enam tahun pula kami arungi samudra keilmuan islam yang kaya akan mutiara nilai kehidupan. Dengan tekad yang tegas kami berteriak, “Seumur hidup kami akan mengabdi untuk umat!” More »

BUCS 2014

Bina Umat Competion Series 5 adalah acara lomba tahunan yang dilaksanakan oleh OSIS Pesantren Bina Umat Yogyakarta. Acara ini akan di selenggarakan pada 8 Februari 2014 untuk semua jenis lomba sampai selesai. More »

Belajar adalah tradisi kami More »

Kunjungan ke Squadron Udara Halim Perdanakusuma Jakarta 2012 More »

Microteaching Kelas 12 SMA

Dengan mengajar, siswa belajar bagaimana mengamalkan dan menularkan ilmunya. Guru adalah manusia paling mulia di dunia ini More »

 

Mubaligh Hijrah Bina Umat Membentengi Umat dari Kristenisasi

Kak Nusaibah memberikan hadiah kepada pemenang saat lomba santri TPA di masjid Gejagan, Sumber Arum, 29 Juni 2014

Kak Nusaibah memberikan hadiah kepada pemenang lomba santri TPA di masjid Gejagan, Sumber Arum, 29 Juni 2014

Moyudan, Ramadhan membawa kabar gembira tersendiri bagi masyarakat muslim di Moyudan, sebuah kecamatan di pinggiran kabupaten Sleman Yogyakarta. Setiap hari, masyarakat mendapatkan ruh baru dalam menyemarakkan dan memakmurkan masjidnya. Mubaligh Hijrah menjadi energi tersendiri bagi semaraknya kegiatan dakwah di Moyudan. Mubaligh hijrah adalah program pengiriman santri kelas 12 Ponpes Bina Umat terjun ke medan dakwah yang nyata. Acara yang berlangsung selama 10 hari (1-10 Ramadhan) ini berakhir sampai dengan 8 Juli 2014 diikuti oleh peserta 16 santriwan dan 36 santriwati dan disebar di 13 masjid se kecamatan Moyudan.

Kecamatan Moyudan adalah daerah pertanian yang subur dan penghasil padi sepanjang tahun. Daerah yang awalnya muslim semua ini menjadi target kristenisasi, bahkan di desa Sumber Arum itu hampir separuh warganya telah berpindah agama. Mereka adalah korban kristenisasi yang pada tahun 80-an masif di daerah ini, Mubaligh Hijrah adalah perhatian kami terhadap masyarakat muslim di Moyudan. Selain kami juga harus berkontribusi positif dengan masyarakat, kami juga bertanggung jawab dengan dakwah Islam di lingkungan sekitar. Membentengi umat dengan dakwah dan juga mengembalikan murtadun ke aqidah yang benar. Santri kami membantu mengajar anak-anak di TPA, pengajian buka bersama, imam sholat dan juga ceramah tarawih, terang Arif Agung S.H.I selaku koordinator Mubaligh Hijrah.

mubaligh hujrah 3     Kak Ja'far dan Kak Ibrahim diapit remaja dan anak-anak Masjid Ngentak Sumber Agung saat berlangsung Mubaligh Hijrah Bina Umat, 3 Juli 2014

Kak Ja’far dan Kak Ibrahim diapit remaja dan anak-anak Masjid Ngentak Sumber Agung saat berlangsung Mubaligh Hijrah Bina Umat, 3 Juli 2014

 Salah seorang santri mubaligh hijrah mengungkapkan kegembiraannya terjun langsung berdakwah di masyarakat. Seru dan seneng banget, bisa langsung terjun ke masyarakat. Jadi ilmu kita bisa bermanfaat, ungkap Syafir Walida Haq santri yang ditempatkan di masjid kampung Keron, Sumber Arum.
Kita bisa banyak belajar tentang lingkungan yang beda dari lingkungan kita biasanya. Ternyata berhadapan dengan masyarakat lain yang memiliki kultur dan kebiasaan yang beda itu nggak mudah. Harus membiasakan diri untuk saling menerima dan menghargai, tambah Rasyidah Azzahra santri asal Palembang (abu abdan)

Wisuda Santri Ponpes Bina Umat

a koran 11

Siti Azzahra mendapatkan piagam wisuda dari Ust Lasmanto M.S.I setelah menyelesaikan UN dan hafalan qur’an sebanyak enam juz, Ahad 15/6/14

Yogyakarta – Ponpes Bina Umat menyelenggarakan wisuda santri pada Ahad (15/6). Bertempat di halaman IBS Bina Umat, Moyudan Sleman. Wisuda ini adalah wisuda yang ke-10 sejak berdiri tahun 2002.

Harapan besar kita mendirikan pesantren ini, bagaimana kita membentuk generasi yang seimbang antara iptek dan imtaq. Maka kita mendirikan pesantren yang didalamnya kita berikan pelajaran diknas melalui SMP dan SMA. Sekolah kita mengintegrasikan keunggulan sistem pendidikan yang ada di pesantren dengan sistem pendidikan nasional, agar lulusan Bina Umat tidak hanya kuat dalam intelektualnya, tetapi juga kuat dalam keimanan dan ketaqwaannya ungkap Direktur Pesantren Bina Umat Ust Mustofa Ismail dalam ceramahnya di Moyudan, Ahad (15/6).

Tiga hal yang harus diselesaikan oleh siswa untuk bisa mengikuti wisuda di pesantren kita. Siswa harus lulus ujian UN sekolah, ujian mapel pesantren, dan ujian hafalan qur’an tiga juz. Alhamdulillah semua siswa kita lulus UN, meskipun ada yang tidak lulus ujian hafalan qur’an, ungkap ketua panitia wisuda Ust Aminullah Al Wahidi M.Pd.I.

Menurut Aminullah, Lulus sebagai wisudawan teladan ; Emil Hikmawan, Elycia Mayka, Fitria Budi dan Hafidz Sabiqulhaq. Wisudawan dengan hafalan terbanyak Muh Ammar  dengan 12 juz dan Sabila Mafaza Sanusi dengan hafalan 15 juz.

Alhamulillah, tahun ini SMP Bina Umat lulus UN 100% (85 siswa), dan SMA-nya juga lulus UN 100% (42 siswa).

Silaturahim JSIT Jogja-Jateng berjalan dengan sukses

jsit magelang

Ketua JSIT Pusat Drs Sukro Muhab M.S.I. memberikan kuliah umumnya pada forum silaturahim kepala sekolah SIT Regional Jogja-Jawa Tengah di Hotel Atria, 7 Juni 2014

Magelang, Guru-guru dari berbagai berbagai sekolah Jogja-Jawa Tengah  mengadakan pertemuan antar kepala sekolah di Magelang. Acara Forum Silaturahim Kepala Sekolah Sekolah Islam Terpadu (FORSIKA) pada hari Sabtu, 7 Juni 2014 dan bertempat di Hotel Atria itu diikuti oleh 300 kepala sekolah se-Jogja  dan Jawa Tengah. Acara yang bertema “majulah SIT, raih prestasi setinggi-tingginya, bentuk manusia berkarakter mulia”  itu dibuka oleh Ust Nurhadi Susilo S.Pd. M.Pd. ketua JSIT Jogja-Jawa Tengah.

Ust Drs Agus Sofwan M.S.I. selaku Dewan Pembina JSIT mengatakan bahwa kita sebagai pendidik harus tetap menjaga keiklasan, dikarenakan itu adalah modal utama keberhasilan pendidikan Islam kita.

Perkembangan sekolah Islam terpadu sangatlah pesat, saat ini sudah tergabung sebanyak 1932 sekolah dari 33 propinsi. Sekolah-sekolah Islam terpadu mendapati banyak pujian, kita tidak boleh sombong dan berbangga diri, tapi kita harus tetap meningkatkan mutu sekolah, ungkap Ust Drs Sukro Muhab M.Si. dalam orasinya.
Kita telah banyak studi banding ke luar negeri, bulan kemaren ada studi banding ke Malasya dan Singapura. Pendidikan di sekolah Islam disana  bagus-bagus dan kita bisa mencontoh banyak hal disana. Pendidikan ke-Islaman lebih diutamakan daripada pendidikan umum. Keunggulan sekolah-sekolah di luar negeri akan kita adopsi ke sekolah anggota JSIT, tambah beliau.
Bina Umat sebagai anggota JSIT mengirimkan Ust Arif Agung dan Ust Hosni pada pertemuan tersebut.

Agenda pada tahun ini, JSIT akan mengadakan Olimpide Mata Pelajaran untuk SD-SMP-SMA dan Kemah Pramuka (arif)

Ujian Mengajar Siswa SMA IT Bina Umat

Santri Kelas 12 SMA IT Bina Umat (Lina Manasih) mengajar B. Arab kelas SMP saat ujian microteaching11

Santri Kelas 12 SMA IT Bina Umat (Lina Manasih) mengajar B. Arab kelas SMP saat ujian microteaching

Sleman, 29 Mei 2014.  SMA Islam Terpadu Bina Umat Sleman mengadakan ujian microteaching dan fathul kutub bagi kelas 12 SMA. Ujian yang dilakukan untuk menguji kompetensi mengajar dan kafaah syariah siswa kelas 12. Ujian tersebut diadakan setelah siswa usai mengikuti UNAS SMA. Acara yang berlangsung sejak 24 April sampai dengan 31 Mei 2014 itu diikuti 42 siswa. Sebanyak 36 siswa memakai pengantar bahasa arab untuk pelajaran kepesantrenan dan bahasa inggris untuk mengajar pelajaran umum.

Sekolah yang ada di Kecamatan Moyudan Sleman Yogyakarta ini memang unik. Sekolah yang berada di pedesaan dengan hamparan persawahan di sekelilingnya ini sangat nyaman buat kegiatan belajar. Meskipun sekolahnya umum (SMP dan SMA) tetapi disana juga diajarkan pelajaran kepesantrenan yang sama porsinya dengan pelajaran umum. Dari selajaran umum semisal fisika, matematika, biologi sampai aqidah, akhlak, nahwu dan shorof, semanya diajarkan di pesantren ini.

Dengan mengajar (microteaching) maka siswa akan belajar bagaimana mengamalkan dan menularkan ilmunya. Guru adalah manusia paling mulia di dunia ini, ungkap Ust Aminullah Al Wahidi M.Pd.I pembimbing ujian.

Menggali ilmu dari sumbernya langsung adalah keniscayaan bagi seorang ulama, maka kita harus bisa membaca Al-Qur’an dan hadist sebagai referensi utama. Kita berharap bahwa santri bisa mempunyai kemampuan itu setelah lulus ujian fathul kutub, tambah Ust Widi Sumarahati S.Pd kepala sekolah SMA IT Bina Umat.

Ternyata menjadi guru itu tidak semudah yang kita bayangkan, saya banyak belajar tentang kesabaran, tanggung-jawab. Tanggung-jawab moral sebagai guru itu sangat berat, ungkap Lina Manasih siswa asal Moyudan Sleman (arifagungn)

Mukhoyyam Santri 2014

Upacara Penyalaan api unggun saat kemah 23-04-14 di Buper Wonogondang

Upacara Penyalaan api unggun Mukhoyam Santri 23-04-14 di Buper Wonogondang, Sleman

SLEMAN – Jika engkau ingin melihat tabiat temanmu yang asli, maka ajaklah dia ke alam bebas atau di perjalanan, karena dalam perjalanan itu akan muncul sifat-sifat asli manusia, nasihat Ust Arif Agung dalam pembukaan Mukhoyyam Santri 2014. Mukhoyyam (berkemah) itu melatih mental spiritual siswa. Aspek kemandirian juga dilatih dalam kegiatan ini. Kita di mukhoyyam akan merasakan bagaimana hidup sendiri di hutan, makan dari masakan sendiri, tidur dari tenda pasang sendiri serta jauh dari bantuan orang tua atau siapapun, tambah beliau saat tausiyah.

Mukhoyam Santri (kemah) yang berlangsung pada Senin-Rabu 21-23 April 2014 ini bertempat di Buper Wonogondang, Cangkringan, Sleman. Sebanyak 350 santri baik putra dan putri mengikuti acara tahunan ini. Hujan dan badai yang menguyur pada hari pertama tidak menyurutkan semangat santri dalam berkemah.

Hari pertama diadakan berbagai lomba ketrampilan pramuka. Outbond diadakan dihari kedua, dan hari ketiga diisi dengan kegiatan off road bersama komunitas Jeep Merapi.

Kemah kali ini seru dan sangat berkesan, meskipun diterpa hujan dan badai kami tetap senang karena permainan-permainan yang asyik, ungkap Rizky Yudoprawiro santri asal Banguntapan Bantul.
Kemahnya asyik banget dan tempatnya nyaman sekali, kata Mahmud Tri santri asal Sidoarjo Jatim (abu abdan)

Cholil berusaha melewati jembatan bambu saat outbond berlangsung

Kak Salsabila Yasmin memberikan instruksi sebelum memulai permainan

Pramuka Bina Umat Peduli Kelestarian Alam

Penegak Bina Umat bersiap menebar benih ikan di bendungan

SLEMAN- Pramuka Pesantren Bina Umat Yogyakarta mengadakan tebar benih ikan di sungai. Acara yang berlangsung pada Ahad, 9 Feb 14 di Bendungan Ploso Sumber Arum, Moyudan, Sleman ini diikuti oleh puluhan pramuka santri Bina Umat dan pembinanya. Sebanyak 10 Kg ikan dari beberapa jenis ditebar dalam acara tersebut.

Penangkapan ikan menggunakan cara tidak benar akan membuat ekosistem sungai rusak. Penggunaan racun, setrum  membuat ikan-ikan akan mati baik yang besar maupun kecil. Ikan-ikan akan mati semua dan tidak ada pertumbuhan ikan lagi. Hal inilah yang tidak diharapkan, ungkap Theri Wijayanti salah satu santri yang mengikuti acara tersebut.

Pemerintah juga sudah melarang cara-cara seperti itu, bahkan ada ancaman hukumannya. Pancing dan jala adalah penangkapan yang dianjurkan. Tebar ikan ini adalah salah satu cara kami menjaga kelestarian alam. Smoga benih-benih ikan ini tumbuh di sungai dan kelak bisa dipanen jika sudah besar. Masyarakat sekitar yang akan merasakannya kelak, imbuhnya.

Penegak Pramuka Bina Umat sedang menebar benih ikan di Bendungan Plono, Moyudan, Sleman, 9 Feb 2014

Arif Agung N S.H.I. selaku pembina Pramuka mengungkapkan, Al Qur'an menyebutkan bahwa manusia diperintahkan untuk menjaga lingkungan. Kita tidak boleh merusak alam dan diminta untuk menjadi pelestari alam.

Ekosistem alam akan menjadi berimbang jika kita menangkap ikan dengan cara-cara yang benar dan tidak serakah dalam memanfaatkan alam. Kerena keserakahan manusia maka alam menjadi korbannya. Acara ini adalah salah satu bentuk kepedulian pramuka santri dalam menjaga kelestarian alam, tambahnya (abu abdan)

Bina Umat CS ke-5 Angkat Bakat Siswa se-Yogyakarta

Tim Nasyid dari Madrasah Mualimat Yogyakarta sedang tampil dalam kompetisi Bina Umat CS-5, 8 Feb 2014

YOGYAKARTA-Pondok Pesantren Bina Umat mengadakan BUCS (Bina Umat Competition Series) dengan sukses. Acara ini adalah tahun kelimanya diselenggarakan. BUCS#5 diselenggarakan pada, Jum'at-Sabtu, 7-8 februari 2014 yang bertempat di gedung Pesantren Bina Umat.

BUCS #5 ini diikuti kurang lebih 600 peserta dari SD, SMP,SMA atau sederajat se-DIY  dan Jateng . Adapun cabang lomba yang dilombakan diantaranya : Nasyid, Pidato, CCA, Story Telling, Speech Contest,Tahfidz, Futsal, Fotografi, Cerpen, Kaligrafi dan Lukis. Acara BUCS#5 tahun  ini di meriahkan oleh grup nasyid Sintesa,Awan Voice,dan Bejo.

Lomba Futsal diikuti oleh pesantren-pesantren se-DIY, tercatat ada 16 tim yang bertanding. Tim dari Madrasah Mualimin keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan tuan rumah Bina Umat dengan skor 4-3 di final. Tim Madrasah Mualimin berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar satu juta rupiah.

Menurut Ikhsan Gunaidy selaku ketua Panitia BUCS#5, acara tersebut  bertemakan “wujudkan karya dengan aksi nyata”, dengan landasan tema tersebut, diharapan diselenggarakannya BUCS#5 ini dapat mengembangan bakat-bakat yang islami sehingga dapat terekspos ke dunia luas untuk menjunjung tinggi agama islam sebagai pencetak generasi unggulan.

Anak Muda adalah generasi harapan bangsa, maka kita berkewajiban mendidik mereka. Pesantren Bina Umat ingin berperan serta aktif dalam proses pembangunan generasi bangsa itu. Smoga, kompetisi BUCS ini bisa menjadi sarana pengembangan minat dan bakat siswa se-DIYsehingga mereka kelak akan menjadi generasi penerus bangsa yang sesungguhnya, ungkap Ustadh Aminullah Al Wahidi M.A salah satu pembimbing panitia (aisyah&fifi)

Final Lomba Futsal bertemu Tim Madrasah Mualimin dengan tim Tuan Rumah Bina Umat, hasil akhir 4-3 untuk Tim Mualimin.

Stadium General Mentoring Santri

Ust Mustofa Ismail memberikan tausiyahnya dalam Stadium General Mentoring

MOYUDAN, Pesantren Bina Umat menggelar Stadium General Mentoring yang berlangsung di komplek IBS Bina Umat pada hari Rabu, 18/12/13. Hadir pada kesempatan itu direktur IBS Bina Umat Ust Mustofa Ismail Lc. LLM serta seluruh santri dan segenap dewan asaatidz.

Sambutan dalam acara tersebut dipaparkan oleh Ust.Mustofa Ismail Lc,L.L.M. Beliau menyampaikan bahwa, peran seorang kakak kelas adalah sebagai pendamping belajar adik kelasnya,yaitu sebagai mentor dan mengajarkan kepada adik kelasnya baik dalam segi pelajaran umum,diniyah,dan tahfidz. Beliau juga berpesan “mentoring ini bertujuan untuk membangun karakter yang intelektual dan berakhlaq mulia.

Ust Arif Jatmiko saat memberikan kuliah umum di depan seluruh santri

Selanjutnya acara tersebut dilanjutkan dengan kuliah umum yang disampaikan oleh motivator dari STIKES Surya Global, Ust.Arif Jatmiko. Beliau menyampaikan agar para santri berusaha meneladani Nabi Muhammad SAW serta para sahabatnya. Para santri selalu berbagi senyum kepada sesama teman, dan membahagiakan orang tua. Acara tersebut sekaligus dilangsungkannya serah terima wakaf al-qur’an dari yayasan Sahm Al Nour.

Di akhir sesi Ust.Hardono S.Pd selaku pembawa acara, mengumumkan pembagian mentor untuk setiap kelas. Siswa kelas 12 dan beberapa dari kelas 11 akan mejadi mentor untuk santriwan santriwati adik kelas. Terdapat 22 kelompok mentoring  putra dan 27 kelompok putri. Selain asaatidh sebagai mentor, alumni juga dilibatkan dalam pembinaan halaqoh tarbawiyah ini. (aisyah&fifi)

Perkenalan dalam forum-forum halaqoh tarbawiyah

Dr Hidayat Nurwahid Meresmikan Pembangunan Masjid Pesantren Bina Umat

Ust Ruzardi menerima penyerahan bantuan pembanguan masjid dari Ust Salim disaksikan oleh Dr Hidayat Nurwahid dan Ust Mustofa Ismail

SLEMAN. Acara peletakan batu pertama pembangunan masjid “Darul Iman” telah berjalan dengan sukses. Acara  yang diselenggarakan di pesantren Bina Umat ini dihadiri oleh mantan Ketua MPR RI Dr Hidayat Nurwahid, Muspika Kecamatan Moyudan, Sleman pengurus yayasan, tokoh masyarakat dan seluruh santri Bina Umat. Masyarakat desa Sumber Arum juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang berlangsung pada hari Ahad, 15-12-13 ini.

Dr Hidayat Nurwahid dalam sambutannya mengungkapkan, ini adalah kedatangan saya yang kedua kali di pesantren ini, perkembangannya sudah semakin pesat, sudah banyak alumni yang dihasilkan. Smoga pesantren ini bisa menjadi memberikan kemanfaatan yang banyak bagi warga masyarakat, bisa memberikan keharuman bagi desa Sumber Arum, Moyudan ini.

Dr Hidayat Nurwahid meletakkan batu pertama pembangunan masjid Darul Iman ponpes Bina Umat

Ustadz Rozardi selaku ketua panitia pembangunan masjid menuturkan bahwa, pembangunan masjid ini diperkirakan membutuhkan waktu selama kurang lebih enam bulan dari sekarang. Dengan daya tampung masjid sebanyak 800 sampai 900 jamaah,berlantai dua, dan luas 20×25 m.

Pelatakan Batu Pertama dilaksanakan oleh  perwakilan dari berbagai pihak terkait, seperti dari yayasan, tamu undangan,tokoh masyarakat,dan santri. Proses  ini juga didampingi oleh penampilan tim Hadroh Bina Umat.

Masjid yang dibangun di komplek asrama Bina Umat ini mendapatkan banyak perhatian dari para santri dan masyarakat. “Saya berharap masjid yang akan berdiri nanti dapat membantu kelancaran kegiatan ibadah dan kegiatan lain santri, ungkap Galuh santriwati pondok pesantren Bina Umat. (fahariyanti & rosyidah)

Muhadhoroh Kubra Oktober 2013

Izzudin sedang tampil di panggung pidato

Tim Putri memenangkan kompetisi

Sleman, Pada tanggal 10 Oktober 2013 pukul 20.10 WIB kemarin, telah diadakan Muhadloroh Akbar ke-7 ikhwan vs akhwat yang merupakan salah satu program rutin yang diadakan oleh OSIS bagian bahasa ikhwan akhwat dan bertempat di samping asrama putri Bina Umat.

Untuk tingat SMP,bagian akhwat mempercayakan Alifah Faniatun sebagai perwakilan pidato Bahasa Arab, Firda Afrisa untuk pidato Bahasa Inggris, dan Zulfani untuk pidato Bahasa Indonesia.

Begitupun, dari pihak ikhwan SMP yang juga mengeluarkan pioner-pioner terbaik mereka, Syifa Alwi untuk Bahasa Arab, Izzudin Al Haq untuk bahasa Inggris dan Isnan untuk Bahasa Indonesia

Pada tingkat SMA, akhwat juga mengeluarkan jagoan-jagoan mereka yaitu, Linati Amalia dengan kemampuannya dalam berbahasa Arab, Fathia Khoirani dengan ciri khas pidato bahasa Inggrisnya dan Herdika Hasna Husna yang hadir dengan penampilan yang tidak diduga untuk pidato Bahasa Indonesia.

Perlawanan yang dihadapi bagian akhwat tidaklah mudah. Seperti biasa, ikhwan juga mengeluarkan perwakilan-perwakilan hebat mereka ditingkat SMA ini. Dalam pidato bahasa Arab, Fikri Alaudin tampil dengan jubah putih Arabnya,Taufiqqurrahman dengan jas hitam terlihat berwibawa dalam menampilkan pidato Bahasa Inggris, dan Taufiq Hidayat yang sukses membawakan pidato Bahasa Indonesia dengan gayanya yang berbeda.

Semakin malam, perlawanan antara ikhwan akhwat semakin sengit, setiap peserta menampilkan penampilan terbaik mereka. Muhadloroh Akbar kali ini diselingi dengan sebuah hiburan dari bagian ikhwan yang membawakan beberapa nasyid.

Hingga di penghujung acara, yaitu pembacaan skor akhir masing-masing peserta, akhirnya akhwatpun kembali membawa pulang bendera Languange Improvement Section sebagai tanda kemenangan dengan jumlah pemenang , empat untuk akhwat dan dua untuk ikhwan. (galuh & rosyidah)

Tim Putra berfoto bersama Ust Aminullah Al Wahidi