All posts by adminweb

About adminweb

admin web pesantren Bina Umat Yogyakarta

Pengumuman Seleksi Penerimaan Siswa Baru Gel-2 (dua)

Selamat Datang Santri Baru Bina Umat 2017/2018
Selamat Datang Santri Baru Bina Umat 2017/2018

 

DAFTAR HASIL UJIAN SELEKSI PENERIMAAN SISWA BARU

SMP SMA IT Bina Umat Yogya Gel-2 (dua) 2017 2018
Bisa dilihat di https://goo.gl/vXrVr7

Biaya Daftar Ulang

Bisa dilihat disini https://goo.gl/Ht9t0w

Keterangan

  1. Bagi peserta Luar Jawa yang lulus, segera mengisi blanko surat kesanggupan yang bisa di download di web, kemudian kirim via e-mail binaumatponpes@gmail.com di https://goo.gl/Ht9t0w
  2. Segera melaukuan daftar ulang dengan membayar biaya sesuai ketentuan dan kesanggupan
  3. Bagi peserta Luar Jawa yang Tes membaca Al-Qur’an pada hari Ahad-Senin, 2-3 April 2017 via telepon. Hub Ust Sairozi Al Hafidz di 085741320143 atau Ust Arifin Al Hafidz di 085750817395. Test dilayani jam 12.30-14.00.
  4. Bagi peserta ujian langsung (Jawa) yang disebutkan cadangan, diharuskan mengulang test Al Quran pada Ahad, 9 April 2017 jam 09.00-11.00 di Kantor Bina Umat Center.
  5. Bagi peserta Melengkapi berkas pendaftaran, kami tunggu sampai hari Ahad, 9 April 2017
  6. Konfirmasi Berkas ke Sekertaris Panitia Ust Hari 081802741396

CP Panitia : Arif Agung 08117571580 / 08197571580

Sholat Idul Adha dan Kegiatan Santri Bina Umat

Ust Tarmuji M.A menyampaikan khutbah setelah sholat Idul Adha di Lap. Setran 12 Sept 2016
Ust Tarmuji M.A menyampaikan khutbah setelah sholat Idul Adha di Lap. Setran 12 Sept 2016

 

Moyudan, 12 Sept 2016. Bertempat di Lap. Desa Sumberarum warga muslim kelurahan melaksanakan jamaah sholat Idul Adha. Ada sekitar 5000 jamaah yang hadir pada kesempatan Senin pagi tersebut. Sholat dimulai pukul 07.30 WIB. Akan tetapi jamaah sudah pada datang sejak jam 05.30 pagi.

Berkesempatan menjadi Imam dan Khotib Ustadh Tarmuji M.A. Beliau berpesan kepada jamaah agar bisa meneladai Nabi Ibrahim tentang pengorbanan. Dalam kisah disebutkan bahwa kecintaan Nabi Ibrahim kepada Allah melebihi cintanya kepada anaknya. Ketika mendapatkan perintah untuk mengurbankan anaknya, Nabi Ibrahim patuh melaksanakannya. Meskipun pada akhirnya Allah mengganti korbannya dengan domba.

Santri2 Bina Umat bersama warga masyarakat melaksanakan ibadah yang dilakukan pada 10 Dhulhijjah tersebut. Sejumlah 520 santri berduyun-duyun berbaur bersama masyarakat memenuhi lapangan Setran. Hanya saja ciri khas santri tetap bisa diketahui dari deretan jamaah sholat. Kalau santri putri mengenakan jilbab lebar dan berkaos kaki. Sedangkan yang putra memakai kopiah dengan sarung sebagai bawahan dan tidak ada yang bercelana panjang. Biasanya juga wajahnya bersih-bersih bersinar terbiasa kena wudhu.

Pesantren Bina Umat pada tahun ini, mendapatkan amanah untuk menyembelih satu ekor sapi dan 12 ekor kambing. Hampir semua hewan kambing adalah sumbangan dari wali santri. Sedangkan sapi dari pihak sekolah.

Santri2 berlomba membuat sate kambing
Santri2 di asrama berlomba membuat sate kambing

Alma Hafidza kelas 10 SMA IT Bina Umat, saat ditemui di asrama mengatakan, bahwa dia sudah tahun ke-empat di pesantren ini. Berarti selama empat kali Idul Adha tidak bersama keluarganya. Tetapi, meskipun jauh dari keluarga tetapi tetap senang karena di pondok banyak temannya. Merasakan kebersamaan dengan teman-teman santri lain yang senasib seperantauan.

Pada hari Idul Adha ini banyak kegiatan di pondok. Ada Lomba nyate, fashion show, lomba dakwah, nasyid, syar’i show, tambah Alma Hafidza. (abu abdan)

Indahnya Hari Yang Ditunggu Itu

Santri-santri SMP Putri saat  menanti jemputan orang tua. Jum'at 8 Sept '16
Santri-santri SMP Putri saat menanti jemputan orang tua. Jum’at 8 Sept ’16

Tak terasa sudah enam pekan santri baru kita berada di asrama pesantren. Meninggalkan keluarga dari negeri jauh disana. Pergi dari tanah kelahiran menuju padepokan di tengah kampung ini. Belajar dan mengaji di pesantren Bina Umat Yogyakarta.

Enam pekan berpisah dengan keluarga membuat rindu semakin membuncah saja. Kangen dengan ayah, bunda, adik dan kakak membuat air menitik dari mata. Hanya niatan serta azzam yang kuat yang akan membuat para santri istiqomah.

Hari ini, Jumat 9 September 2016 adalah waktunya perizinan bagi santri SMP putri. Perizinan yang dimaksud adalah izin keluar asrama dari jam 08.00 pagi sampai dengan 15.00 sore. Banyak santri putri SMP yang memanfaatkan waktu perizinan hari ini. Biasanya anak2 berbelanja kebutuhan ke pasar/toko dan juga jalan2. Pulang ke rumah juga memungkinkan bagi santri yang rumahnya dekat pondok. Perizinan keluar asrama menjadi sesuatu yang mewah dan itu sangat dinanti-nantikan oleh santri.

Apakah semua santri mendapatkan izin keluar ??
Ust Qibtiyah Mukti S.Sos.I selaku kepala asrama putri mengatakan, izin hanya diberikan kepada siswa yang telah mencapai target hafalan Qurannya. Kalau belum mencapai yaa tidak bakal mendapatkan izin. Targetnya setiap minggu santri menyetorkan satu lembar hafalan baru.
Untuk periode perizinan kali ini, santri harus sudah menghafalkan surat An-Naba dan An-Naziat #Kelas7SMP. Kalau belum setoran hafalan dua surat tadi yaa bakalan di pondok seharian. Mencuci baju atau istirahat saja di asrama.

Kalau periode perizinan santri lain kapan ??
Ust Widi Sumarahati S.Pd selaku bagian humas mengatakan bahwa, urutan perizinan santri adalah jumat pertama santri SMP putra, selanjutnya SMP putri, terus SMA putra, dan santri SMA putri pada jumat terakhir. Setelah SMA putri kemudian kembali rotasi ke SMP putra. Tanggalnya menyesuaikan tergantung urutannya. Kenapa demikian ? Karena tidak semua jumat bisa dipakai perizinan. Waktu ujian #imtikhan atau ada kegiatan pesantren bisa menggeser mundur jumat perizinan. @humas @BinaUmatPonpes

Tampak pada gambar santri2 SMP kelas 7B sedang menunggu jemputan orang tua.
Ibukku jam berapa datangnya ya ??

#Santri
#Izin
#Perizinan
#Jalan2

Pelatihan Kader Sebaya Puskesmas Moyudan

14721326371551Puskesmas Moyudan mengadakan pelatihan kader sebaya selama tiga hari sejak Selasa sampai Kamis 23-25 Agustus 2016. Bertempat di aula Puskesmas Moyudan sebanyak 30 siswa SMP se-kecamatan mengikuti acara tersebut.

SMP IT Bina Umat sebagai peserta undangan mengirimkan enam siswanya. Fatika Rusminingsih Suhartono, Ain Briliantika, Azra Fidella, Vivi Isnaeni dan Zahra Sabri menjadi delegasi dalam acara tersebut.

Pelatihan ini mengajak remaja untuk mengenali diri sendiri agar dapat memahami orang lain,sehingga remaja dapat menjadi sahabat yang membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi teman sebayanya, kata ibu Nyimas Rafika S.Psi.,M.Psi ketua penyelenggara pelatihan tersebut.

Psikolog muda dari UGM ibu Lintang .S.Psi mengatakan bahwa, semua orang akan mengadapi masalah, maka berpikirllah positif untuk semua masalah itu agar bisa survive menyelesaikannya.

Saya seneng ikut acara ini karena dapat pengalaman dan banyak teman baru. Ilmu dari puskesmas juga banyak manfaatnya, ungkap Zahra Sabri salah satu peserta dari SMP IT Bina Umat.

Peserta pelatihan pendidik sebaya dari SMA IT Bina Umat di Puskesmas Moyudan 11-13 Agustus 2016
Peserta pelatihan kader sebaya dari SMA IT Bina Umat di Puskesmas Moyudan 11-13 Agustus 2016

Siswa Bina Umat Ikuti Karantina Olimpiade Sains Yogyakarta

Faya Al Insan dan pendampingnya Ust Ani Wahyuni S.Pd.
Faya Al Insan dan pendampingnya Ust Ani Wahyuni S.Pd.

Faya Al Insan siswa kelas 8 SMP Islam Terpadu Bina Umat berhasil mendapatkan peringkat atas dalam seleksi Olimpiade Sains #OSN tingkat kabupaten Sleman. Dari sekian banyak siswa yang mengikuti seleksi mapel IPS, Faya mengungguli peserta yang lainnya. Maka dengan itu dia berhak masuk babak selanjutnya di OSN tingkat propinsi.

OSN DIY tentunya akan mendapati kompetitor yang lebih berat. Makanya kemudian Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY menyelenggarakan karantina diklat bagi peserta OSN tingkat DIY. Harapannya bisa mengupgrade kemampuan siswa se-DIY dan bisa melenggang ke OSN tingkat nasional.

Karantina peserta OSN DIY berlangsung selama sepekan Kamis 31/03/’16 sampai dengan Rabu 6/04/’16 di hotel Cakrakembang Jl Kaliurang. Acara sepekan yang diikuti 90 siswa SMP se-DIY ini, semua peserta mendapatkan materi penguatan mapel IPA/IPS/Matematika dari trainer Dispora DIY.

Belajar yang lebih giat, dan smoga Faya Al Insan lolos sampai OSN tingkat Nasional, ungkap Ani Wahyuni S.Pd guru pendampingnya.

Di tempat terpisah Dr Sudiyatno M.E ketua JSIT Yogyakarta mengatakan, saatnya Sekolah Islam Terpadu menunjukkan jatidirinya menjadi sekolah yang unggul dan siap berkompetisi dengan sekolah-sekolah lainnya.

#Santri #BinaUmat #Berprestasi #Pinter #Sholihah #SekolahIslamTerpadu

Bina Umat Kirimkan Siswanya Ke RAIMUNA Sleman

Sangga Bina Umat berfoto sebelum berangkat ke Raimuna Sleman
Sangga Bina Umat berfoto bersama Ust Hardono S.Pd dan Ust Arifin sebelum berangkat ke Raimuna Sleman

Sebanyak 10 penegak pramuka SMA IT Bina Umat mengikuti perkemahan #Raimuna Sleman 2014. Acara yang diselenggarakan DKC 1204 Sleman di Buper Babarsari Depok itu diikuti oleh 200 peserta dari 17 kontingen kecamatan sekabupaten sleman. Kontingen Bina Umat sendiri mewakili kwartir ranting Moyudan. Acara yang berlangsung lima hari Sabtu-Rabu, 2-6 Maret 2016 itu diisi dengan kegiatan yang sangat bermanfaat.

Bersama pembina Ust Arif Agung di Raimuna Sleman
Bersama pembina Ust Arif Agung di Raimuna Sleman

Raimuna sendiri merupakan kegiatan pertemuan besar pramuka tingkat penegak dan pandega dengan berbagai aktivitas yang bersifat kreatif, produktif, edukatif, inovatif dan rekreatif dalam bentuk perkemahan.

Sangga Bina Umat saat registrasi Raimuna Sleman
Sangga Bina Umat saat registrasi Raimuna Sleman

Siswa akan mendapatkan kesempatan berlatih dan pengalaman disana, selain juga berkesempatan bertemu dengan kontingen sekolah lain, ini akan sangat bermanfaat pada masa dewasa kelak, ungkap Arif Agung pembina pramuka SMA IT Bina Umat (abu abdan)

#Raimuna #Pramuka #Santri #Sleman @DKC1204

Latifah, Santri Asal Bengkulu yang Berprestasi

Latifah, Santri asal Bengkulu yang berprestasi
Latifah, Santri asal Bengkulu yang berprestasi

Santri ini namanya Lathifah Mawaddah, biasa dipanggil Latifah. Santri Bina Umat yang lahir di Bengkulu, pada 11 Des 1997 ini adalah adalah putri pasangan Muhammad Syahroni M.H.I dan Dian Heryani Sadzili. Latifah adalah anak pertama dari lima bersaudara. Dibesarkan dari keluarga yang berkomitmen terhadap kehidupan islami. Ayah dan bundanya membesarkan anak-anaknya dengan tarbiyah sejak kecil. Ayahnya bundanya yang merupakan kader dakwah di Bengkulu ini menyekolahkan anak-anaknya di pesantren.

Adillah Azizah adiknya Latifah sekarang menduduki bangku kelas 9 di pesantren yang sama. Kakak beradik yang rajin dan pintar dalam pelajaran.

Pada tahun ke-enam di Bina Umat ini Latifah selalu menonjol kemampuan akademiknya. Sejak masuk pertama pada bangku kelas 7 SMP sampai sekarang kelas 12 IPA putri Latifah selalu mempunyai nilai akademik pada peringkat lima besar. Saat penerimaan raport semester ini, dia mendapatkan peringkat satu di kelasnya. Beberapa kali juga mendapatkan nilai sempurna untuk beberapa pelajaran. Pada UTS sem kemerin dia mendapatkan nilai 10 untuk pelajaran Matematika, Nahwu, dan Balaghoh.

Latifah yang mempunyai cita-cita menjadi hafidzah ahli gizi ini telah menghafal 14 juz. Hafalan itu ia mulai sejak masuk pesantren pertama kali tahun 2010. Biasanya ia menyetorkan hafalan kepada Ustazah Barokah Al Hafidzah. Kalau sekarang biasa ia setorkan kepada ustz Tutuk Masfuah al hafidzah.

Santri yang merencanakan kuliah di IPB jurusan gizi ini juga tidak kalah prestasi organisasinya. Pernah menjadi sie bahasa saat OSIS SMP dahulu. Dan menjadi Wakil Ketua OSIS SMA saat kelas kelas 11 kemarin. Menjadi wakil ketua OSIS bukanlah amanah yang ringan karena menjadi orang kedua dalam pergerakan organisasi siswa. Bahkan kadang harus menjadi orang nomer satu karena ketua Osis sakit pada waktu itu.

Latifah itu anaknya rajin banget, kalau bangun jam tiga pagi. Rajin sholat tahajjud dan juga puasa senin-kamis, kata Milka Fitri Sari teman sekelasnya.

Meskipun jauh dari orang tua dan sangat jarang dijenguk, Latifah tetap menunjukkan jatidirinya sebagai anak yang bermental baja, mandiri dan berprestasi pula (arif)

Pramuka Muslim se-Indonesia Berlatih Tegakkan Ukhuwah Islamiyah

IMG-20151104-00207
Gladi Bersih Upacara Pembukan Kemah Nasional Pramuka SIT, Malang 3 Nov 2015

MALANG — Sekitar 9.000 siswa dan pembina Pramuka Sekolah Islam Terpadu se-Indonesia menggelar Kemah Nasional III Pramuka Penggalang di Coban Rondo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Peserta perkemahan ini berasal dari seluruh Indonesia. Sekitar 8.700 siswa dari Indonesia dan 300 siswa di Malaysia ikut dalam acara ini.

“Pesertanya dari pramuka tingkat penggalang, dari SD kelas VI hingga SMP kelas XI. Kalau siswa SMA memang ada, sebagai pramuka penegak untuk kepanitiaan sebanyak 316 orang,” ungkap ketua panitia, Hasan Basori kepada Republika.co.id, Rabu (4/11).

Perkemahan ini dilakukan bertujuan menjalin persaudaraan (ukhuwah) bukan perlombaan. Menurut Hasan, kemah ukhuwah ini menjalin kebersamaan antarumat Muslim.

IMG-20151105-00246
Persiapan Kunjungan ke Kesatuan Arhanud TNI AD

Maka, tidak ada kompetesi dalam acara perkemahan ini. Namun, tidak berarti acara perkemahan ini tidak menantang.
Panitia telah menyiapkan berbagai acara. Mulai dari edutrip di Jatim Park,belajar Bela Negara di Markas Lanud di Pendem, karnaval budaya, sampai robotik. Hasan mengatakan, perkemahan ini mengajarkan empat nilai universal, yakni alam, sosial, seni budaya, dan sains.

Selain itu, para siswa juga diajarkan memanah, masuk hutan dan merajut. Hasan mengatakan, kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan secara pararel. Jadi setiap regu akan dibagi mengikuti salah satu bagian acara. Setelah itu mereka akan dirotasi untuk mengikuti kegiatan lainnya. Dengan begitu 9000 siswa akan dapat mengikuti keseluruhan acara.

Hasan menjelaskan acara Perkemaham Sekolah Islam Terpadu ini telah dilakukan tiga kali. Setelah dua kali sebelumnya dilaksanakan di Bumi Perkemahan Cibubur, kali ini panitia menyelenggarakannya di Coban Rondo.

IMG-20151106-00364
Kunjungan di Arhanud TNI AD di Malang

“Yang ditekankan dalam setiap kegiatan kepramukaan ini nanti adalah bagaimana melatih ketakwaan dan skill of life yang dimiliki siswa. Saat mereka pulang nanti, akhlak diperoleh, saudara juga banyak,” imbuhnya.

Ia berharap ke depan siswa Sekolah Islam Terpadu bisa mengaplikasikan kemandiriannya sebagai jalan ukhuwah Islamiyah.

Pondok Pesantren Bina Umat sebagai salah satu anggota Jaringan Sekolah Islam Terpadu berkesempatan mengirimkan 40 siswa dan tujuh pembina dalam acara kemah nasional tersebut, ungkap Hosni S.Pd.I salah satu pembina.

Sumber : Republika

Anak SMA Tidak Kenal Facebook Tetapi Hafal 19 Juz Al Qur’an

Khoirun Nisa : Anak SMA Tidak Kenal Facebook Tetapi Hafal 19 Juz Al Qur'an
Khoirun Nisa : Anak SMA Tidak Kenal Facebook Tetapi Hafal 19 Juz Al Qur’an

Namanya Khoirun Nisa siswa kelas 11 IPA SMA IT Bina Umat ini. Siswa yang biasa dipanggil Khoir ini adalah putri dari bapak Sugiyanto seorang penyuluh pertanian di Banyumas Jawa Tengah. Khoir terlahir dari rahim Ibu Nur Hidayah yang merupakan guru IPA di MTs Al Hidayah Purwanegara, Purwokerto. Khoir merupakan anak ke-dua dari empat bersaudara. Khoir yang rumahnya di Baturaden Banyumas ini sekarang sudah menghafal 19 juz Al Qur’an. Khoir mempunyai target selesai 30 juz di kelas 11 ini. Dan kelas saat kelas 12 tinggal murojaah (mengulang) saja.

Khoir mengawali belajarnya di Madrasah Ibtidaiyah Darul Hikmah Banyumas, kemudian ke SMP IT Ibnu Abbas Klaten, dan sekarang di SMA IT Bina Umat.
Setiap hari siswa ini menyetorkan hafalan dua kali di pagi dan malam hari. Ust Bustanul Arifin Al Hafidz dan Ust Iesna Arofatuz yang menjadi pengampu tahfidz Khoir dan teman-temannya.

Siswa yang mengemban amanah bagian peribadatan OSIS SMA ini adalah sosok taudalan bagi teman seangkatan dan juga adik kelasnya. Amanah seksi peribadatan OSIS adalah amanah yang berat. Bagian peribadatan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan sholat lima waktu dan sholat sunat yang lain. Kebiasaannya, bangun jam tiga pagi untuk membangunkan adik-adik kelas melakakan sholat lail dan sholat subuh berjamaah di masjid.

Khoir yang terlahir dari keluarga yang sederhana ini sangat disayang ayah dan bundanya. Ayahnya sangat mendukung keinginan Khoir menjadi hafidzah qur’an. Ayahnya berpesan kepadanya, jangan jadikan Qur’an itu hanya untuk meraih duniawi. Tujuannya untuk mencari Ridho Allah semata.
Kalau ikut lomba yang diharapkan bukan kemenangan, tapi Ridho Allahlah yang harus menjadi tujuan.
Jadilah penghafal al qur’an karena al qur’an itu yang akan membantu kita di hari kiyamat nanti, tambah nasihat bundanya.

Khoir yang bercita-cita jadi dokter ini juga berprestasi di bidang akademik. Terbukti, saat kenaikan kelas tahun 2014/2015 kemarin anak ini mendapatkan peringkat ke-tiga dari 33 siswa sekelasnya.
Anak ini pendiam, patuh dan paling rajin di kelas, kata Ust Kharisma Endah S.S. Wakasek SMA IT Bina Umat.

Yang unik dari seorang pribadi Khoir adalah dia tidak punya akun sosial media sama sekali, baik facebook maupun twitter. Tidak seperti anak seumurnya yang sudah akrab dengan media sosial. Ketika ditanya kenapa tidak punya akun sosmed, dia menjawab belum perlu.
Seperti telah diketahui, di pesantren Bina Umat tidak diperkenankan membawa alat komunikasi baik HP ataupun komputer (abu abdan)