Profil Album

“Coming together is beginning.
Keeping together is progress.
Working together is success”
(Henry Ford)

 Awal terbentuknya komunitas alumni Bina Umat sebenarnya bermula saat saya mengikuti sebuah seminar yang diadakan oleh ikatan alumni tempat kampus saya belajar. Dalam acara seminar tersebut, menghadirkan alumni yang sudah sukses baik di dalam maupun luar negeri. Diceritakan pula bahwa jaringan alumni kampus saya telah tersebar dan memiliki komunitas cabang di beberapa kota di Indonesia, juga luar negeri. Selain untuk ajang berkumpul, rupanya ikatan alumni kampus saya tersubut juga memiliki berbagai program kerja tetap dan agenda di setiap tahunnya, mulai dari meet and greet seluruh alumni, seminar, job fair, pengadaan beasiswa alumni, sampai dengan kegiatan yang sifatnya pengabdian untuk negeri. Saya yakin, itu tak hanya dilakukan oleh alumni kampu saya, kampus-kampus lain pastinya juga mempunyai wadah dengan kegiatan-kegiatan yang tak kalah menariknya. Karena itu, saya berpikir perlu membentuk keluarga alumni Bina Umat yang selain berfungsi untuk mengumpulkan alumni, juga bisa menjadi komunitas dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat bagi Bina Umat maupun masyarakat.

Disisi lain, saya yang waktu itu berdomisili di luar DIY merasakan kesulitan dalam berkordinasi dengan teman-teman saat akan mengadakan acara di Bina Umat. Entah itu kordinasi antar kami maupun kordinasi dengan pihak sekolah. Terlebih dengan kesibukan masing-masing setelah lulus sekolah, baik itu yang kuliah, bekerja, maupun berumah tangga. Berbagai rencana kegiatan sudah sempat kami rancang, meski pun itu sekedar makan bersama atau rekreasi biasa. Tapi seringnya kandas karena tidak ada kordinasi yang jelas. Dari situlah keinginan membentuk wadah yang menaungi alumni Bina Umat semakin menjadi. Hingga akhirnya, melalui facebook sebagai media social terbesar, dibentuklah grup Alumni Bina Umat. Anggota grup Alumni Bina Umat sendiri tidak hanya sebatas pada lulusan SMP-SMA IT Bina Umat dari berbagai angkatan, tapi mereka yang pindah dari Bina Umat pun juga dimasukkan dalam grup. Alasannya, sebagaimana kutipan dari Henry Ford di awal tulisan ini, karena kami pernah datang bersama-sama ke Bina Umat, kami pun akan terus berusaha menjaga kebersamaan tersebut untuk tetap saling mendukung dalam meraih impian kami masing-masing maupun bekerja sama dalam usaha ikut serta mensukseskan dan membesarkan nama Bina Umat. Rupanya niatan kami ini tak seperti cinta yang bertepuk sebelah tangan, karena ternyata pihak pondok menyambut baik niatan kami, bahkan sangat mendukung dan mempersilakan jika ingin mengadakan acara di pondok.Selain mewadahi, adanya komunitas alumni ini juga diharapkan mampu menjaga keistiqomahan alumni dalam berbuat baik, juga tetap berkontribusi nyata bagi Bina Umat, masyarakat, bangsa, dan agama. Bagaimanapun juga, Bina Umat adalah yang ‘membesarkan’ kami, maka untuk Bina Umat pula kami ingin senantiasa berbagi, mengabdi, dan peduli. Dengan tetap menjaga kebersamaan sebagai keluarga alumni Bina Umat, setidaknya ada hal yang bisa disumbangkan untuk membangun peradaban.“Alone we can do so little. Together we can do so much” (Helen Keller)

 -Banaty Muflianti-